BAB – 6 Menulis Akademik

Sub-CPMK

Mahasiswa dapat membuktikan kriteria penulisan akademik dalam menyusun berbagai bentuk karya tulis akademik

Bahan Kajian

  1. Pengertian menulis akademik
  2. Tujuan menulis akademik
  3. Manfaat menulis akademik
  4. Jenis-jenis menulis akademik

Pada bab 5, Saudara telah mempelajari tentang menulis daftar rujukan, kutipan, dan teknik parafrasa. Seperti yang kita tahu bahwa kemampuan menulis daftar rujukan, kutipan, dan teknik parafrasa yang benar sangat dibutuhkan dalam membuat sebuah tulisan, utamanya dalam bidang akademik. Tulisan-tulisan dalam dunia akademik lebih sering dikenal dengan teks akademik. Proses dalam membuat teks akademik disebut menulis akademik. Sebelum menulis teks akademik, Saudara harus mengetahui pengertian dari menulis akademik, tujuan menulis akademik, manfaat menulis akademik, dan jenis-jenis menulis akademik. Untuk itu, pada bab 6 ini Saudara akan mempelajari tentang penulisan akademik yang berisi tentang pengertian, tujuan, manfaat, dan jenis-jenis menulis akademik. Mari simak uraian berikut ini!

A. Pengertian Menulis Akademik

Pada subbab ini, Saudara akan mempelajari tentang pengertian menulis akademik. Hal ini dikarenakan mengetahui definisi dari suatu topik pembahasan dapat menjadi dasar dalam kerangka berfikir. Oleh karena itu, ayo simak uraian berikut!

Menulis adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah tulisan (Kurniawati dalam Waruwu, 2022). Menulis juga dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan gagasan ke dalam sebuah tulisan (Nur dkk., 2021) sehingga lebih mudah untuk dipahami pembaca (Tanjung & Arifudin, 2023). Selain itu, Rahmawati & Shofiyani (2020) mengungkapkan bahwa menulis merupakan sarana untuk menyalurkan semua ide yang ada di pikiran sebagai bentuk ekspresi diri melalui tulisan. Sehingga kegiatan menulis dapat didefinisikan menjadi kegiatan menuangkan gagasan yang dimiliki dalam bentuk tulisan.

Karena berhubungan dengan kemampuan penuangan gagasan, menulis menjadi salah satu literasi dasar yang harus dimiliki oleh siswa (Situmorang dalam Suprayogi dkk., 2021). Hal ini dikarenakan menulis menjadi bagian dari keterampilan berbahasa, yang mana dibutuhkan dalam berkomunikasi secara tidak langsung (Kiuk dkk., 2021). Berkomunikasi melalui media tulisan menjadi hal yang lumrah dalam dunia pendidikan. Melalui tulisan, segala gagasan dapat digambarkan dengan lebih jelas dan spesifik. Untuk menggambarkan gagasan dalam bentuk tulisan di dunia akademik, dikenal pula istilah menulis akademik yang identik dengan sifat ilmiah atau akademik.

Menulis akademik merupakan jenis penulisan yang sering digunakan dalam bidang ilmiah atau akademik (Putri dkk., 2024). Menulis akademik juga dapat diartikan sebagai kegiatan akademisi untuk membuat sebuah tulisan akademik (Juniarti, 2019). Meryam & Usman dalam Hamzah dkk. (2021) mengungkapkan bahwa menulis akademik dapat menjadi sarana komunikasi secara tidak langsung dalam bentuk bahasa tulis. Oleh karena itu, menulis akademik dapat didefinisikan sebagai jenis penulisan yang digunakan untuk membuat tulisan akademik dengan kaidah-kaidah tertentu serta menjadi sarana komunikasi melalui bahasa tulis.

Dalam dunia akademik, menulis akademik menjadi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan menulis akademik menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh akademisi, termasuk mahasiswa untuk meraih prestasi akademik (Oktarina dkk. dalam Reznani dkk., 2023). Tak hanya itu, kemampuan menulis akademik juga berperan penting dalam proses penulisan karya ilmiah maupun tugas akhir (Fikra dkk. dalam Darmalaksana dkk., 2024), yang mana membutuhkan konsentrasi tinggi dan kemampuan berpikir yang kritis (Pujiono & Widodo, 2021).

Setelah membaca uraian tentang pengertian menulis akademik, ayo simpulkan definisi menulis akademik menurut pemahaman Saudara!

B. Tujuan Menulis Akademik

Setelah mengetahui apa itu menulis akademik, selanjutnya Saudara dapat mengetahui tujuan dari menulis akademik dengan menyimak uraian berikut.

Menurut Hikmat dkk. (2020), menulis akademik memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. menyebarkan gagasan dan penemuan yang didukung dengan logika dan bukti;
  2. mengembangkan kecakapan dalam melaksanakan penelitian, mengolah informasi dan gagasan, menganalisis, menanggapi argumen, dan mengekspresikan diri melalui tulisan; dan
  3. memiliki keterampilan untuk menyajikan informasi dengan berbagai cara penulisan.

Sementara itu, Abidin dkk. dalam Juniarti (2020) menyatakan bahwa tujuan dari penulisan akademik adalah untuk menambah ilmu dan konsep pengetahuan terhadap masalah tertentu sehingga dapat membina keterampilan berpikir dan menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa menulis akademik bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dalam menganalisis serta menyajikan gagasan dalam bentuk tulisan.

Setelah membaca uraian di atas, Saudara dapat memperoleh wawasan tentang tujuan menulis akademik. Menurut pendapat Saudara, apa saja tujuan menulis akademik?

C. Manfaat Menulis Akademik

Setelah mempelajari tentang pengertian dan tujuan dari menulis akademik, Saudara pasti bertanya-tanya apa saja manfaat yang akan diperoleh dari aktivitas menulis akademik? Apa saja manfaatnya bagi para pelaku menulis akademik (pembuat tulisan akademik)? Dan bagaimana manfaat tersebut dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari? Untuk menjawab pertanyaan Saudara, simaklah uraian berikut ini!

Menulis akademik memiliki banyak manfaat, terutama bagi para akademisi. Menulis akademik menjadi sarana untuk menuangkan gagasan melalui tulisan serta meningkatkan daya kreativitas (Aisyah & Hasanudin, 2023). Di sisi lain, menulis akademik juga berperan penting ketika akademisi hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Mustakim & Ismail, 2017).

Sementara itu jika ditinjau dari segi pembuat tulisan, setidaknya ada empat manfaat yang akan diperoleh ketika membuat tulisan akademik, yaitu:

  1. memberikan kemampuan analisis dari informasi yang diperoleh sehingga dapat mengemukakan gagasan dengan sistematis;
  2. dapat mengorganisasikan gagasan dari data-data yang diperoleh agar tulisan yang dihasilkan dapat mudah dipahami;
  3. mengajarkan berpikir objektif dan kritis; dan
  4. meningkatkan keterampilan membaca efektif.

Dengan demikian, kemampuan menulis akademik yang baik tentu akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang akademik atau ilmiah. Hal ini dikarenakan menulis akademik dapat meningkatkan keterampilan baik dari cara berpikir hingga menyajikan gagasan dengan sistematis agar mudah dipahami.

Setelah membaca uraian di atas, Saudara dapat mengidentifikasi manfaat apa saja yang akan diperoleh ketika melakukan aktivitas menulis akademik. Kemudian, cobalah mengingat kembali apakah Saudara sudah pernah membuat tulisan atau karangan untuk tugas? Atau Saudara sudah pernah membuat karangan ilmiah? Jika sudah, deskripsikan pendapat Saudara tentang manfaat yang Saudara peroleh ketika membuat tulisan akademik!

D. Jenis-Jenis Menulis Akademik

Dari uraian sebelumnya, Saudara pasti sudah mengetahui apa itu menulis akademik, tujuan menulis akademik, maupun manfaat menulis akademik. Selanjutnya, Saudara akan mempelajari jenis-jenis dari menulis akademik. Namun sebelum mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis menulis akademik, Saudara dapat menyimak sekilas informasi berikut untuk memperoleh gambaran tentang jenis-jenis menulis akademik.

Setiap jenis pada penulisan teks akademik ternyata memiliki tujuan dan ciri masing-masing, lho. Saudara dapat menemukan informasi tersebut pada tabel di bawah ini.

Jenis Teks

Tujuan

Ciri-Ciri Utama

Contoh

Deskriptif

Menggambarkan sesuatu secara rinci

Menggunakan banyak kata sifat

Deskripsi kursi roda

Analitis

Menganalisis sesuatu secara mendalam

Menyajikan argumen berbasis data dan fakta

Analisis fenomena kasus pelecehan seksual di lingkup sekolah

Persuasif

Meyakinkan pembaca atau pendengar

Menggunakan argumen kuat dan logis

Artikel larangan melakukan perundungan

Kritis

Mengevaluasi dan memberikan penilaian

Mengandung evaluasi objektif dan berbasis bukti

Kritik terhadap fasilitas umum bagi penyandang disabilitas

Menulis akademik dibagi menjadi empat jenis, yaitu deskriptif, analitis, persuasif, dan kritis.

  1. Teks Deskriptif
    a. Pengertian Teks Deskriptif

Teks atau karangan deskriptif merupakan satu dari empat jenis penulisan akademik yang sangat populer. Teks jenis ini biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu objek secara terperinci (Maryuni dalam Sanita dkk., 2020). Tidak hanya berupa objek, deskripsi yang dimuat juga dapat berupa informasi mengenai suatu peristiwa, di mana teks deskriptif ini dikemas dalam bentuk artikel atau laporan (Irsyad dkk., 2023). Dalam menulis teks deskriptif, disertakan pula data-data pendukung untuk memperkuat gambaran pembaca. Dengan demikian, hampir sebagian besar isi teks deskriptif berupa informasi dan fakta.

Setelah membaca uraian di atas, simpulkan menurut pemahaman Saudara tentang definisi dari teks deskriptif!
b. Struktur Teks Deskriptif

Struktur teks deskriptif dibagi menjadi empat bagian. Nanda (2004) menjelaskan bahwa keempat bagian ini meliputi:

  1. judul;
  2. identifikasi, merupakan bagian awal teks
    deskriptif yang berisi tentang
    gambaran objek yang diceritakan;
  3. deskripsi bagian, berisi gambaran
    yang lebih rinci dari objek yang
    diceritakan. Gambaran yang disampaikan
    dapat berupa sudut pandang maupun apa
    yang dirasakan penulis terhadap objek yang
    menjadi kajian; dan
  4. kesimpulan, merupakan bagian penutup teks
    deskriptif yang berisi kesimpulan
    pengamatan penulis. Bagian ini bersifat
    opsional.
    c. Fungsi Teks Deskriptif

Salah satu fungsi teks deskriptif adalah untuk menggambarkan ciri-ciri fisik suatu objek, sehingga dapat dikatakan bahwa teks deskriptif memiliki fungsi komunikatif (Mahsun dalam Febrianti & Thahar, 2020). Selain itu, teks deskriptif juga berfungsi untuk mempermudah pembaca dalam memahami objek yang digambarkan dalam teks (Afrizal, 2020). Selain kedua fungsi tersebut, fungsi teks deskriptif yang lainnya dapat dijabarkan sebagai:

  1. Menggambarkan objek secara rinci, karena teks deskriptif berkenaan dengan pengalaman pancaindera (Rahmadani dkk., 2022).
  2. Menciptakan imajinasi pembaca karena pembaca seolah-olah diajak untuk merasakan langsung dan masuk ke dalam suasana yang digambarkan (Semi dalam Iskandar, 2024).
  3. Menyampaikan informasi kepada pembaca tentang suatu objek yang diperkuat dengan fakta (Zahara & Afnita, 2020).
  4. Mengembangkan keterampilan berbahasa, karena pada hakikatnya keterampilan menulis dapat memperkaya kosa kata yang merupakan bagian dari keterampilan berbahasa (Datu dkk., 2023).
    d. Manfaat Teks Deskriptif

Pada dasarnya, teks deskriptif tidak hanya bermanfaat untuk menunjang keterampilan berbahasa, namun juga bermanfaat untuk memperkaya wawasan pembaca (Yuningsih, 2021). Berikut adalah penjabaran beberapa manfaat dari teks deskriptif.

  1. Memperjelas gambaran pembaca karena berisi rincian yang lebih spesifik dari kalimat topik, di mana gambaran tersebut dibuat seperti apa adanya sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan, melihat, atau mendengar secara langsung objek yang digambarkan (Rahmadani, 2022).
  2. Meningkatkan keterlibatan pembaca karena detail yang disuguhkan lebih spesifik sehingga suasana akan terkesan lebih hidup dan pembaca dapat lebih mudah untuk masuk pada situasi yang digambarkan (Suryati, 2019).
  3. Mengembangkan keterampilan menulis dan melatih cara berpikir kritis karena melalui tahapan-tahapan menulis (Hendrawan & Indihadi, 2019).
  4. Meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi karena pada dasarnya, menulis adalah salah satu cara berkomunikasi (Ekasari, 2020).
  5. Memberikan pengalaman sensorik karena teks deskriptif berisi apa yang dirasakan penulis lalu dituangkan menjadi sebuah teks yang dinikmati oleh pembaca (Akmaliah & Ramadhanti, 2023).

e. Contoh Teks Deskriptif

Semangat Riri

Riri adalah seorang mahasiswa yang berprestasi di Universitas Harapan Bangsa. Riri sering menorehkan prestasi, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Karena prestasinya, Riri dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas.

Di balik prestasinya yang berlalu-lalang, Riri merupakan penyandang disabilitas tunarungu. Karena kondisinya tersebut, Riri sering mendapat pengalaman tak menyenangkan. Riri sering mendapatkan pelecehan seksual secara verbal dari beberapa temannya. Namun, Riri tidak terpuruk oleh keadaan dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi. Riri selalu berpikir kreatif dan berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya sebagai penyandang disabilitas juga bisa berhasil. Akhirnya, Riri sering mengikuti lomba dan menorehkan banyak prestasi.

Prestasi-prestasi yang diraih Riri adalah bukti bahwa kekurangan tidak menjadi penyebab keputusasaan. Kondisi tersebut justru meningkatkan semangat Riri untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa setiap orang bisa berhasil dengan kekurangannya masing-masing.

Setelah membaca contoh teks deskriptif di atas, ayo susun sebuah teks deskriptif dengan kata kunci kursi roda dan tongkat bantu jalan!

  1. Analitis
    a. Pengertian Teks Analitis

Teks analitis adalah salah satu jenis teks akademik yang merupakan diferensiasi dari teks deskriptif (Ayuningtyas & Sukaesih, 2021). Artinya, teks analitis memiliki gaya penulisan yang sama dengan teks deskriptif, yakni mendeskripsikan suatu hal. Namun, teks analitis lebih sering digunakan dalam dunia akademik daripada teks deskriptif murni. Teks jenis ini lebih identik dengan isinya yang berupa opini-opini maupun argumen penulis yang dikelompokkan ke dalam beberapa kategori atau bagian. Teks analitis biasanya mengelompokkan teori-teori menjadi beberapa bagian, yang mana setiap bagian memiliki hubungan yang saling berkaitan. Adapun contoh teks analitis ialah teks yang bersifat menganalisis atau membandingkan hingga membahas satu atau lebih suatu ide.

Setelah membaca uraian di atas, simpulkan menurut pemahaman Saudara tentang definisi dari teks analitis!

b. Struktur Teks Analitis

Yonas (2023) mengungkapkan bahwa struktur teks analitis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. tesis/pendahuluan, berisi pengenalan topik;
  2. argumentasi, berisi penjelasan rinci yang berupa argumen berdasarkan data dan
    fakta; dan
  3. kesimpulan.
    c. Fungsi Teks Analitis

Teks analitis bertujuan mengajak pembaca untuk memahami suatu topik atau isu yang dibahas dengan mengungkapkan opini dan disertai argumentasi yang logis (Yonas, 2023). Teks analitis digunakan dalam menganalisis suatu permasalahan menggunakan pendekatan deskriptif yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Hal ini dapat diartikan bahwa teks analitis berfungsi untuk mendeskripsikan sesuatu yang dalam pembahasannya dibagi dan ditinjau dari beberapa bagian kemudian disimpulkan di akhir teks.
d. Manfaat Teks Analitis
Teks analitis bermanfaat untuk menyampaikan opini (Yonas, 2023) untuk menyajikan suatu informasi atau fakta yang dibagi menjadi beberapa kategori (Ayuningtyas & Sukaesih, 2021). Dengan demikian, sudut pandang yang dilibatkan juga akan semakin luas sehingga akan memperkaya wawasan pembaca.

e. Contoh Teks Analitis

Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan yang berdampak besar. Dampak yang besar ini dirasakan oleh para korban pelecehan seksual. Dampak yang dirasakan oleh korban ini sangatlah kompleks sehingga dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori.

Pertama, pelecehan seksual akan berdampak terhadap psikologis korban. Para korban akan mengalami trauma yang berat dan berkepanjangan. Terkadang, butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan trauma yang dialami para korban.

Kedua, kekerasan fisik juga menjadi salah satu dampak yang diakibatkan oleh tindakan pelecehan seksual. Pada beberapa kasus, tindakan pelecehan seksual melibatkan pemaksaan dan berujung pada kekerasan fisik terhadap korban. Selain itu, kondisi kesehatan korban juga berperan besar terhadap dampak dari kekerasan fisik ini.

Ketiga, pelecehan seksual dapat berpotensi menyebarkan penyakit menular seksual (PMS). Hal ini dapat terjadi pada kasus pelecahan seksual dengan tindakan pemerkosaan kepada korban. Hubungan seksual yang dipaksakan kepada korban dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual.

Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dampak yang diakibatkan oleh tindakan pelecehan seksual ini sangatlah besar. Tidak hanya dari aspek psikologis, tetapi juga aspek fisik dan kesehatan dari para korban. Tentunya hal ini akan meninggalkan trauma yang mendalam bagi para korban.

Setelah membaca contoh teks analitis di atas, ayo susun sebuah teks analitis dengan kata kunci antiperundungan!

  1. Persuasif
    a. Pengertian Teks Persuasif

Teks persuasif merupakan salah satu jenis teks akademik yang bertujuan untuk mengajak dan membujuk pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang disampaikan penulis dalam teks (Hsb dkk., 2024). Teks persuasif berisi pernyataan-pernyataan yang dapat mendorong pembaca untuk mengikuti keinginan penulis. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa teks persuasif memuat ajakan, imbauan, maupun anjuran untuk melakukan sesuatu.

Pada dasarnya, teks persuasif dapat menjadi suatu sarana komunikasi untuk memengaruhi pembaca. Hal ini dikarenakan informasi yang disampaikan pada teks persuasif bersifat mengajak dan interaktif. Tak heran jika teks persuasif sering dijadikan sebagai strategi dalam berkomunikasi untuk memengaruhi orang lain.

Setelah membaca uraian di atas, simpulkan menurut pemahaman Saudara tentang definisi dari teks persuasif!

b. Struktur Teks Persuasif

Menurut Direktorat SMP Kemendikbud (2021), struktur teks persuasif dibagi menjadi empat bagian, yakni:

  1. pengenalan isu, berisi pengantar masalah;
  2. rangkaian argumen, berisi argumen penulis yang didukung dengan fakta-fakta;
  3. pernyataan ajakan, berisi kalimat-kalimat yang mendorong pembaca untuk melakukan sesuatu, baik secara tersirat maupun tersurat; dan
  4. penegasan kembali, berisi kalimat penegas yang memperkuat ajakan atau arahan pada bagian sebelumnya.
    c. Fungsi Teks Persuasif

Secara umum, fungsi teks persuasif adalah untuk memengaruhi pembaca (Victoria dkk., 2022). Hal ini dikarenakan teks persuasif dapat memuat imbauan, ajakan, saran, atau bahkan larangan tentang suatu hal atau permasalahan yang disertai dengan argumen dan data. Kalimat-kalimat berupa ajakan atau larangan itulah yang nantinya akan memengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu seperti yang diinginkan penulis melalui teks persuasif.
d. Manfaat Teks Persuasif

Dalam dunia akademik, teks persuasif memiliki manfaat yang sangat besar. Teks persuasif akademik dapat menjadi sarana untuk membujuk atau mengajak pembaca agar dapat berpikir atau berperilaku sesuai dengan konsep, tujuan, dan kaidah pendidikan (Badriyah, 2021). Teks persuasif juga dapat menjadi sarana berkomunikasi melalui bahasa tulis untuk mengajak pembaca melakukan sesuatu. Selain itu, manfaat lain yang dapat diperoleh dari teks persuasif adalah dapat digunakan untuk membantu menyampaikan pesan-pesan dalam dunia pendidikan, seperti larangan terhadap perundungan, larangan terhadap tindakan pelecehan seksual, ajakan untuk menjaga kerukunan, ajakan untuk saling menghargai, dan lain-lain.

e. Contoh Teks Persuasif

Perundungan merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu kelompok yang rentan terhadap aksi perundungan adalah penyandang disabilitas. Kondisi ini jika dibiarkan tentunya akan berdampak negatif yang berkepanjangan.

Perundungan terhadap kelompok disabilitas akan meninggalkan trauma yang mendalam bagi para korban. Selain harus berjuang dengan kekurangan yang dimiliki, perundungan yang mereka alami dapat berpotensi menurunkan semangat juang mereka. Sementara itu, perundungan yang melibatkan kekerasan fisik juga dapat memperpuruk keadaan mereka.

Oleh karena itu, mari kita menghindari tindakan perundungan kepada orang-orang di sekitar kita. Hindari melakukan perundungan baik kepada penyandang disabilitas maupun bukan, karena perundungan hanya akan memberikan dampak negatif kepada para korban.

Menghindari atau bahkan memilih untuk tidak merundung orang lain menjadi salah satu tindakan mulia yang harus kita miliki. Menghindari perundungan juga termasuk ke dalam ranah berinisiatif dan berpikir kreatif. Kita juga akan memiliki empati yang tinggi kepada orang lain. Jadi, hentikan perundungan mulai dari sekarang!

Setelah membaca contoh teks persuasif di atas, ayo susun sebuah teks persuasif dengan topik edukasi seksual pada anak!

  1. Kritis
    a. Pengertian Teks Kritis

Teks kritis merupakan salah satu jenis teks akademik yang memiliki fitur penulisan persuasif namun dengan menambahkan setidaknya satu sudut pandang lain tentang permasalahan yang dibahas (Ayuningtyas & Sukaesih, 2021). Berbeda dari teks persuasif yang hanya berisi argumen penulis, teks kritis mengharuskan penulis untuk menambahkan atau mempertimbangkan setidaknya satu pendapat orang lain tentang topik yang berkaitan. Pendapat-pendapat orang lain yang dilibatkan dalam teks kritis merupakan pendapat yang selaras dengan argumen penulis. Kendati demikian, teks kritis tetap memiliki sifat persuasif yang didukung dengan argumen maupun data dan fakta.

Gaya penulisan teks kritis banyak digunakan dalam dunia akademik, seperti kritik artikel dan jurnal maupun tinjauan literatur mengenai suatu penelitian. Teks kritis biasanya digunakan untuk mengkritisi suatu permasalahan yang ditinjau dari berbagai sudut pandang, termasuk dari sudut pandang penulis. Argumen-argumen dari masing-masing sudut pandang akan saling dikaitkan sehingga membentuk suatu kesimpulan baru yang bersifat persuasif.

Setelah membaca uraian di atas, simpulkan menurut pemahaman Saudara tentang definisi dari teks kritis!

b. Struktur Teks Kritis
Struktur teks kritis dibagi menjadi 3 bagian. Juniardi & Andriyani (2022) memaparkan bahwa ketiga bagian ini meliputi:

  1. evaluasi, berisi pernyataan umum tentang permasalahan yang akan dibahas;
  2. deskripsi, berisi tentang argumen kritis yang didukung dengan data dan fakta maupun pendapat lain yang mendukung; dan
  3. penegasan ulang, berisi kesimpulan atau penegasan ulang dari keseluruhan isi teks.
    c. Fungsi Teks Kritis

Dalam bidang akademik, teks kritis berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan argumen kritis penulis dalam mengkritisi atau menanggapi suatu permasalahan (Juniardi & Andriyani, 2022). Argumen dari penulis didukung dengan pendapat orang lain atau teori-teori maupun data. Dengan demikian, argumen yang disajikan adalah argumen yang berdasar dan memiliki rujukan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, argumen pendukung juga berperan untuk membuat argumen penulis bersifat lebih objektif karena dikaji dari beberapa sudut pandang. Di sisi lain, teks kritis pada dasarnya bersifat persuasif, yaitu bersifat mengajak pembaca untuk melakukan apa yang disajikan dalam teks oleh penulis.

d. Manfaat Teks Kritis

Jika ditafsirkan dari definisinya, teks kritis dalam bidang akademik bermanfaat untuk menjadi sarana dalam menyampaikan argumen ilmiah ataupun argumen kritis tentang suatu permasalahan yang dibahas, di mana argumen penulis diperkuat dengan teori-teori ataupun sudut pandang lain yang dapat dipertanggungjawabkan (Ayuningtyas & Sukaesih, 2021).

e. Contoh Teks Kritis

Perundungan menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi pada anak, terutama di lingkungan sekolah. Perundungan merupakan suatu tindakan yang menimbulkan rasa tidak senang yang diakibatkan oleh adanya paksaan maupun kekerasan. Tidak hanya berupa kekerasan fisik, perundungan juga mencakup perundungan verbal, intimidasi, diskriminasi, dan lain sebagainya.

Berdasarkan informasi dari situs gramedia.com, faktor penyebab perundungan sangatlah beragam, mulai dari permasalahan keluarga, lingkungan belajar, teman sebaya, lingkungan sosial, hingga tayangan pada media informasi. Di sisi lain, perundungan dapat menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan, terutama bagi para korban perundungan. Mereka bisa saja mengalami trauma, depresi, kehilangan kepercayaan diri, dan masih banyak lagi. Keadaan ini jika tidak diatasi dengan baik dapat berdampak negatif dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, kita sebagai individu yang mengetahui betul tentang perundungan sudah selayaknya turut mencegah tindak perundungan pada anak di sekolah dengan menanamkan karakter yang baik dan sikap anti perundungan pada anak.

Setelah membaca contoh teks kritis di atas, ayo susun sebuah teks kritis dengan kata kunci antiperundungan!

E. Rangkuman
Setelah mempelajari materi tentang menulis akademik, Saudara dapat mengulas kembali secara singkat mengenai materi yang telah Saudara pelajari dengan membaca rangkuman berikut.
Menulis akademik merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh para akademisi untuk menghasilkan tulisan dengan kaidah-kaidah tertentu. Menulis akademik bertujuan untuk menyebarkan gagasan atau penemuan ilmiah serta meningkatkan keterampilan penulis, terutama dalam hal menulis dan menyajikan gagasan. Sementara itu, menulis akademik memiliki manfaat sebagai sarana untuk menuangkan gagasan yang dimiliki oleh penulis. Menulis akademik dibagi menjadi empat jenis, yaitu deskriptif, analitis, persuasif, dan kritis.

Pernahkah Saudara membuat artikel ilmiah atau tulisan ilmiah lainnya? Artikel ilmiah merupakan salah satu contoh luaran teks akademik, yang mana proses penulisannya menggunakan kombinasi dari berbagai macam jenis menulis akademik. Dalam membuat artikel ilmiah, bagian tinjauan literatur maupun kutipan termasuk ke dalam menulis kritis. Sedangkan bagian metode penelitian lebih banyak menggunakan jenis deskriptif. Kemudian pada bagian hasil adalah kombinasi dari deskriptif dan analitis dari data yang menjadi acuan pembahasan. Lalu aspek analitis akan terlihat ketika kita menghubungkan dan mengaitkan antarbagian serta persuasif ketika kita mengajukan argumen maupun gagasan.

F. Latihan Soal
Ayo kerjakan soal berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat!

  1. Perhatikan teks berikut.

    Semangat Riri

    Riri adalah seorang mahasiswa yang berprestasi di Universitas Harapan Bangsa. Riri sering menorehkan prestasi, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Karena prestasinya, Riri dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas.

    Di balik prestasinya yang berlalu-lalang, Riri merupakan penyandang disabilitas tunarungu. Karena kondisinya tersebut, Riri sering mendapat pengalaman tak menyenangkan. Riri sering mendapatkan pelecehan seksual secara verbal dari beberapa temannya. Namun, Riri tidak terpuruk oleh keadaan dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi. Riri selalu berpikir kreatif dan berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya sebagai penyandang disabilitas juga bisa berhasil. Akhirnya, Riri sering mengikuti lomba dan menorehkan banyak prestasi.

    Prestasi-prestasi yang diraih Riri adalah bukti bahwa kekurangan tidak menjadi penyebab keputusasaan. Kondisi tersebut justru meningkatkan semangat Riri untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa setiap orang bisa berhasil dengan kekurangannya masing-masing.

Paragraf yang menjadi identifikasi dan deskripsi bagian pada teks tersebut adalah…
a. 1 dan 2
b. 2 dan 1
c. 2 dan 3
d. 1 dan 3

  1. Riko adalah salah seorang siswa disabilitas di sebuah sekolah dasar. Dulu, ia selalu dirundung teman-temannya karena kekurangannya. Namun, ia tidak terpuruk dengan keadaan tersebut. Riko memberanikan diri untuk menyuarakan haknya dan bangkit kembali dengan cara menulis karangan-karangan yang mengarah pada larangan untuk melakukan perundungan. Hal itu dilakukan Riko karena ia menyadari bahwa perundungan akan meninggalkan trauma yang begitu mendalam bagi para korban sehingga tindakan semacam ini harus dihentikan.
    Jenis karangan yang ditulis Riko termasuk dalam kategori…
    a. Deskriptif
    b. Analisis
    c. Persuasif
    d. Kritis
  2. Salah satu fungsi teks akademik adalah sebagai sarana dalam menyampaikan informasi mengenai suatu peristiwa atau permasalahan, seperti halnya perundungan dan pelecehan seksual. Penulis dapat menuliskan segala hal yang dirasakannya melalui tulisan akademik yang kemudian diperkuat dengan data dan fakta yang ada. Jenis teks akademik yang dimaksud adalah…

a. Deskriptif
b. Analisis
c. Persuasif
d. Kritis

  1. Urutan yang benar dalam struktur teks yang berfungsi untuk mengajak pembaca dengan argumen yang berasal dari sudut pandang penulis itu sendiri adalah…
    a. evaluasi – deskripsi – penegasan ulang
    b. pengenalan isu – rangkaian argumen – pernyataan ajakan – penegasan kembali
    c. judul – identifikasi – deskripsi bagian – kesimpulan
    d. pengenalan isu – pernyataan ajakan – rangkaian argumen – penegasan kembali
  2. Urutan yang benar dalam struktur teks yang berfungsi untuk mengajak pembaca dengan argumen yang tidak hanya berasal dari penulis, tetapi juga menyertakan sudut pandang lain adalah…
    a. evaluasi – deskripsi – penegasan ulang
    b. pengenalan isu – rangkaian argumen – pernyataan ajakan – penegasan kembali
    c. judul – identifikasi – deskripsi bagian – kesimpulan

d. pengenalan isu – pernyataan ajakan – rangkaian
argumen – penegasan kembali

G. Jawaban dan Pembahasan Soal

Cocokkanlah jawaban Saudara pada soal di atas dengan pembahasan soal berikut!

1) a. 1 dan 2

Teks tersebut merupakan contoh teks deskriptif. Paragraf yang menunjukkan identifikasi adalah paragraf 1. Sedangkan deskripsi bagian ditunjukkan oleh paragraf 2.

2) c. Persuasif

Jenis karangan yang ditulis Riko adalah jenis teks persuasif. Hal ini merujuk pada pengertian teks persuasif yang berisi ajakan ataupun larangan terhadap sesuatu. Pada konteks soal nomor 2, tulisan Riko mengarah pada larangan terhadap perundungan. Riko juga hanya menggunakan sudut pandang pribadinya dalam menulis karangan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teks yang dimaksud merupakan teks akademik.

3) a. Deskriptif

Jenis teks yang dimaksud pada soal nomor 3 adalah teks deskriptif. Seperti yang kita tahu bahwa teks deskriptif memuat kalimat-kalimat yang merupakan hasil pengalaman dan apa yang dirasakan penulis. Teks deskriptif juga dapat diperkuat dengan data dan fakta untuk mendukung pernyataan penulis.

4) b. pengenalan isu – rangkaian argumen – pernyataan ajakan – penegasan kembali

Teks yang berfungsi mengajak pembaca dengan argumen yang berasal dari sudut pandang penulis itu sendiri adalah teks persuasif. Adapun struktur dari teks persuasif adalah pengenalan isu – rangkaian argumen – pernyataan ajakan – penegasan kembali.

5) a. evaluasi – deskripsi – penegasan ulang

Teks yang berfungsi mengajak pembaca dengan argumen yang tidak hanya berasal dari penulis, tetapi juga menyertakan sudut pandang lain adalah teks kritis. Struktur teks kritis adalah evaluasi-deskripsi-penegasan ulang.

H. Evaluasi
Sebelum mengerjakan soal evaluasi, perhatikan indikator berikut sebagai acuan dalam menjawab soal.

  1. a. Mahasiswa dapat membuat teks deskriptif dengan memuat unsur antiperundungan.
    b. Mahasiswa dapat membuat teks deskriptif dengan memuat unsur antipelecehan seksual.
  2. Mahasiswa dapat menyajikan tanggapan menjadi sebuah teks kritis dari kasus yang diberikan.
  3. Mahasiswa dapat memberikan argumen dan solusi atas kasus yang diberikan.
  4. Mahasiswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis teks akademik.
  5. Mahasiswa dapat membuat teks persuasif dari permasalahan yang disajikan.

Setelah memahami indikator soal, ayo kerjakan soal berikut!

  1. Buatlah sebuah teks deskriptif dengan kata kunci berikut ini!
    a. Antiperundungan
    b. Antipelecehan seksual
  2. BBeberapa waktu lalu, sempat ramai diperbincangkan bahwa salah seorang peserta UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) di salah satu universitas ternama dipaksa melepas alat bantu dengar yang dikenakannya. Hal itu dilakukan lantaran dirinya dicurigai sebagai penjoki ujian karena mengenakan alat bantu dengar di telinganya. Bagi sebagian orang, melepas alat bantu dengar dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi. Setelah hasil UTBK diumumkan, dirinya dinyatakan tidak lolos UTBK. Tulislah tanggapanmu terkait kasus ini dalam sebuah teks kritis!
  3. Berikut disajikan sebuah kasus.
    Roni adalah seorang siswa tunadaksa di sebuah sekolah dasar negeri. Ia bersekolah di sekolah umum, bukan di lingkungan sekolah luar biasa. Hal itu membuat Roni merasa minder karena beberapa temannya tidak mengajaknya bermain dengan alasan kekurangan yang dimiliki Roni.
    Berikan solusi dan argumen dari sudut pandang Saudara!
  4. Teks akademik dibedakan menjadi empat jenis, yaitu teks deskriptif, analitis, persuasif, dan kritis. Coba amati lingkungan di sekitar Saudara dan identifikasi jenis teks akademik mana yang sering Saudara tulis atau gunakan! Sebutkan pula alasannya!
  1. Perundungan dan pelecehan seksual seringkali menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari faktor lingkungan, faktor sosial, faktor ekonomi, dan lain-lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengedukasi kelompok rentan tersebut tentang dampak negatif dari perundungan dan pelecehan seksual. Untuk itu, buatlah sebuah paragraf persuasif yang terdiri dari setidaknya 3 kalimat untuk mengajak dan mengedukasi kelompok rentan agar terhindar dari kekerasan tersebut!

I. Glosarium
Akademik : berkaitan dengan sifat ilmiah, teori, dan ilmu pengetahuan.
Argumen : alasan yang digunakan untuk memperkuat pendapat.
Gagasan : hasil pemikiran; ide.
Isu : masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi.
Objektif : keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat pribadi.
Subjektif : menurut (mengedepankan) pandangan pribadi.

J. Daftar Referensi

Afrizal, D. Y. (2020). Media sosial instagram sebagai sarana pembelajaran menulis teks deskripsi. Prosiding Samasta, 1(1), 62-66. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SAMASTA/article/view/7146.

Aisyah, S., & Hasanudin, C. (2023). Pemanfaatan aplikasi menulis akademik untuk menunjang pembelajaran keterampilan menulis di perguruan tinggi. In Seminar Nasional Daring Sinergi, 1(1), 160-167. https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SND/article/view/1667.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Buka WhatsApp
Bahan Ajar Bahasa Indonesia
Hai kak 👋
Ada yang bisa kami bantu?