Sub-CPMK
Mahasiswa dapat menerapkan kriteria penulisan proposal akademik (ilmiah) untuk menghasilkan proposal yang bermutu.
Bahan Kajian
- Bab I Pendahuluan
- Bab II Penelitian Relevan, Kajian Teori, Kerangka Berpikir
- Bab III Metodologi
“Proposal bagaikan sebuah peta yang menunjukkan rute menuju tujuan. Dalam peta tersebut, kita dapat melihat rincian langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan, serta biaya yang diperlukan. Dengan demikian, proposal membantu kita untuk memahami dengan jelas bagaimana kita dapat mencapai tujuan yang diinginkan.”
Pernahkah, Saudara mahasiswa membuat proposal dan apakah Saudara mahasiswa tahu, bagaimana penyusunannya?
Nah, untuk mendapat jawaban atas pertanyaan di atas. Mari kita bersama-sama mempelajari materi pembelajaran pada bab 7 ini tentang penyusunan proposal yang baik dan benar.
Menyusun Proposal
Saudara mahasiswa yang berilmu, tentunya sebelum kita mempelajari tentang penyusunan proposal, perlu Saudara mahasiswa ketahui bahwa menyusun proposal yang baik dan benar diperlukan pemahaman terlebih dahulu tentang apa yang ada di dalam proposal.
“Siapakah dari Saudara mahasiswa disini yang tahu tentang bagian-bagian yang ada pada proposal?”
Nah, tentu Saudara mahasiswa semua sudah tidak asing lagi mengenai bagian-bagian dari proposal. Mari bersama-sama kita simak, penyusunan proposal yang baik dan benar, di bawah ini.
BAB I
Pendahuluan
Pada bab 1 pendahuluan, akan dibahas mengenai tentang pembuatan latar belakang, penulisan rumusan masalah & tujuan, dan penulisan manfaat penelitian. Berikut ini, akan dibahas masing-masing bagian dari bab 1 pendahuluan:
A. Penyusunan Latar Belakang
Bagian awal latar belakang dalam proposal yaitu berisi gambaran umum tentang masalah yang akan diangkat. Rahim (2020) juga menyampaikan bahwa untuk membantu memudahkan dalam membuat latar belakang dapat menggunakan model piramida terbalik. Model piramida terbalik digunakan untuk menggambarkan masalah mulai dari hal umum hingga mengerucut pada hal khusus dan ruang lingkup yang akan diteliti.
Sumber: https://images.app.goo.gl/B3VRAp9ZAcXkoUhN6
Untuk membantu membuat piramida terbalik, tentukan minimal tiga keywords dari judul proposal terlebih dahulu. Kemudian, setiap masing-masing keywords tentukan sub point yang akan dibahas. Jika dirasa sudah menemukan sub point yang akan dibahas, maka mulailah membuat latar belakang.
Setelah membaca materi tentang penulisan latar belakang di atas. Ayo secara mandiri buatlah contoh kerangka latar belakang dengan judul “Strategi Penumbuhan Sikap Mandiri pada Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, pahamilah contoh penulisan kerangka latar belakang di bawah ini!
Ayo Memahami!
Strategi Penumbuhan Sikap Mandiri pada Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi
Keywords:
- Perguruan Tinggi
a. Pengertian
b. Program perguruan tinggi - Mahasiswa Disabilitas
a. Pengertian
b. Fasilitas pembelajaran mahasiswa disabilitas
c. Pembelajaran mahasiswa disabilitas
d. Karakter mahasiswa disabilitas - Sikap mandiri
a. Pengertian
b. Manfaat
c. Contoh
B. Membuat Rumusan Masalah dan Tujuan
- Membuat rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penelitian merupakan pertanyaan yang menjadi fokus utama penelitian tersebut (Kristanto, 2018). Pertanyaan ini selalu dituliskan dalam bentuk kalimat tanya yang dimulai dengan kata tanya seperti “apakah”, “bagaimana”, “mengapa”, dan lain sebagainya, serta diakhiri dengan tanda tanya. Rumusan masalah ini menjadi poin penting pembaca dalam memahami apa yang hendak disampaikan dalam penelitian.
Rumusan masalah proposal penelitian yang baik dan benar harus memenuhi beberapa kriteria berikut: - Spesifik: menyatakan secara jelas fokus masalah yang akan diteliti
- Relevan: berkaitan dengan isu penting dan mendesak yang perlu diteliti
- Terukur: dapat diidentifikasi dan diukur melalui metode penelitian yang tepat
- Terbatas: cakupannya tidak terlalu luas, sehingga dapat diteliti dengan sumber daya dan waktu yang tersedia
- Menunjukkan hubungan: menggambarkan hubungan antar variabel yang akan diteliti.
Ayo secara mandiri buatlah rumusan masalah dengan judul penelitian “Upaya dalam mencegah terjadinya Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, cermatilah contoh penulisan rumusan masalah di bawah ini!
Ayo Mencermati!
Rumusan masalah proposal penelitian:
- Bagaimana bentuk-bentuk perundungan dan pelecehan yang sering dialami oleh mahasiswa disabilitas di lingkungan akademik?
- Apa saja dampak psikologis dan sosial dari perundungan dan pelecehan terhadap mahasiswa disabilitas?
- Sejauh mana peran instituti pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus perundungan dan pelecehan terhadap mahasiswa disabilitas?
Tentu setelah mempelajari tentang rumusan masalah, Saudara mahasiswa diharuskan juga untuk mempelajari tentang tujuan penelitian proposal, karena dua hal ini saling keterkaitan.
Di bawah ini, Saudara mahasiswa akan diajak untuk mempelajari tentang tujuan penelitian proposal!
- Membuat Tujuan Penelitian
Proposal yang baik pasti memiliki tujuan penelitian yang terarah dan spesifik. Tujuan penelitian ini akan digunakan penulis untuk membawa arah penelitian yang jelas. Selain itu, tujuan penelitian berfungsi sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada rumusan masalah, sehingga seringkali dikaitkan dimana terdapat perumusan masalah pasti di situ terdapat tujuan yang menjadi fokus utama pada proposal. Tujuan penelitian biasanya ditulis dengan kalimat pernyataan yang diawali dengan kata kerja.
Ayo secara mandiri buatlah tujuan penelitian dengan judul penelitian “Upaya dalam mencegah terjadinya Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, pahamilah contoh penulisan tujuan penelitian di bawah ini!
Ayo Memahami!
Untuk lebih memahami, bagaimana membuat tujuan penelitian proposal, pahamilah contoh tujuan penelitian sesuai dengan perumusan masalah di atas!
Tujuan penulisan proposal penelitian
- Mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan dan pelecehan seksual yang sering dialami oleh mahasiswa disabilitas di lingkungan akademik
- Mengevaluasi dampak psikologis dan sosial dari perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas
- Menilai peran instituti pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
C. Membuat Manfaat Penelitian
Apakah di antara Saudara mahasiswa disini sudah tahu, apa saja manfaat dari penelitian dalam proposal?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memulainya dengan membaca sedikit demi sedikit dengan mempelajari pembahasan di bawah ini.
Menurut Amirullah (2015) manfaat penelitian diuraikan berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh. Manfaat tersebut bisa berupa manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis berkaitan dengan perkembangan teori yang relevan, sedangkan manfaat praktis berkaitan dengan aspek-aspek yang lebih aplikatif. Sebuah penelitian bisa saja hanya memberikan manfaat praktis tanpa manfaat teoritis, atau sebaliknya. Hal ini sepenuhnya bergantung pada topik penelitian yang dibahas.
Dari pembahasan singkat di atas, apakah Saudara mahasiswa sudah paham yang disebut sebagai manfaat teoritis dan manfaat praktis itu?
Nahh, secara sederhana manfaat teoritis itu membantu kita memahami konsep dan prinsip yang mendasari fenomena tertentu, sedangkan manfaat praktis memberikan solusi yang bisa diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Ayo secara mandiri buatlah contoh masing-masing dari manfaat teoritis dan manfaat praktis dengan tema penelitian “Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, cermatilah contoh penulisan manfaat teoritis dan manfaat praktis penelitian di bawah ini!
Ayo Mencermati!
Contoh manfaat teoritis
Penelitian tentang Peran Dukungan Sosial dalam Mengurangi perundungan dan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas
- Pemahaman yang lebih mendalam tentang dukungan sosial: penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang peran dukungan sosial dalam melindungi mahasiswa disabilitas.
- Pengembangan strategi perlindungan yang berbasis dukungan sosial: instituti pendidikan dapat memanfaatkan hasil penelitian untuk merancang program-program dukungan yang lebih efektif dan inklusif.
Ayo Mencermati!
Contoh manfaat praktis
Penelitian tentang Strategi Efektif untuk Mengatasi Perundungan dan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas
- Implementasi kebijakan yang lebih efektif: Temuan penelitian dapat dijadikan dasar untuk menyusun kebijakan antiperundungan dan antipelecehan seksual yang lebih efektif dan berkelanjutan di perguruan tinggi.
- Pengembangan rencana tindakan: hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk mengembangkan rencana tindakan konkret dalam menangani kasus perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
D. Membuat Hipotesis Penelitian
Apakah Saudara mahasiswa tahu apa itu hipotesis? Lalu, apakah Saudara mahasiswa juga pernah membuat tentang hipotesis penelitian?
Hipotesis menurut Rasmini (2023) adalah istilah majemuk yang terdiri dari “hipo” dan “tesis”. “hipo” berasal dari Bahasa Yunani “hupo”, yang artinya di bawah, kurang, atau lemah. Sementara “tesis” berasal dari kata “thesis” dalam Bahasa Yunani, yang berarti teori atau bagian yang diajukan sebagai bukti. Hipotesis merupakan pernyataan yang kebenarannya belum kuat dan masih perlu diuji. Setelah diuji dan terbukti benar, hipotesis berubah menjadi tesis.
Menurut Muhyi dkk. (2018) ada beberapa jenis hipotesis, berikut ini dijelaskan masing-masing jenis hipotesis:
a. Ditinjau dari terbukti tidaknya variabel
- Hipotesis nol
Menyatakan bahwa tidak ada perubahan dalam populasi umum, tidak ada hubungan antar variabel, dan tidak ada perbedaan yang signifikan. Hipotesis nol sering dimulai dengan frasa seperti “tidak ada perbedaan di antara …” atau “tidak ada hubungan di antara …”
- Hipotesis alternatif
Hipotesis alternatif akan benar jika hipotesis nol ditolak. Hipotesis ini menunjukkan adanya perubahan, hubungan, atau perbedaan dan biasanya dinyatakan dengan istilah seperti lebih tinggi, lebih rendah, atau lebih baik. Hipotesis alternatif berlawanan dengan hipotesis nol dan mengindikasikan bahwa peneliti memperkirakan adanya perbedaan. Berikut ini jenis-jenis dari hipotesis alternatif:
1) Hipotesis alternatif langsung
Hipotesis alternatif langsung menyatakan bahwa peneliti memprediksi adanya perubahan langsung, perbedaan, atau hubungan antar variabel dalam populasi. Sampel diambil dari populasi tersebut, dan peneliti memprediksi bahwa skornya akan lebih tinggi, lebih baik, atau mengalami perubahan. Hipotesis ini lebih sering ditemukan dalam literatur dibandingkan jenis lainnya.
2) Hipotesis alternatif tidak langsung
Peneliti memprediksi adanya perubahan, perbedaan, atau hubungan antar variabel dalam populasi, namun tidak menentukan apakah perubahan tersebut positif atau negatif.
b. Ditinjau dari proses pemerolehannya
- Hipotesis induktif, yang dirumuskan berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan teori baru (dalam penelitian kualitatif).
- Hipotesis deduktif, yang dirumuskan berdasarkan teori ilmiah yang sudah ada (dalam penelitian kuantitatif).
Menurut Harmoko dkk. (2022) terdapat beberapa bentuk-bentuk hipotesis:
- Hipotesis deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara
untuk masalah deskriptif yang berkaitan dengan
variabel mandiri.
● Contoh rumusan masalah deskriptif:
1) Berapa lama daya tahan lampu pijar merk X?
● Hipotesis deskriptif:
Misalnya daya tahan lampu pijar merk
X= 600 jam (Ho). Ini adalah hipotesis nol.
Ini adalah hipotesis nol, yang
menyatakan bahwa daya tahan lampu
dalam sampel diharapkan tidak berbeda
signifikan dari populasi.
Hipotesis alternatifnya adalah:
Daya tahan lampu pijar merk X ≠ 600
jam. “tidak sama dengan” bisa berarti
lebih atau kurang dari 600 jam.
2) Hipotesis statistik
Ho: μ = 600
Ha: μ ≠ 600
μ: nilai rata-rata populasi yang
dihipotesiskan atau diestimasi melalui
sampel.
- Semangat kerja karyawan di PT X adalah
75 % dari kriteria ideal yang ditetapkan - Semangat kerja karyawan di PT X paling
sedikit 60 % dari kriteria ideal (≥ 60%) - Semangat kerja karyawan di PT X paling
banyak 60% dari kriteria ideal (≤ 60%)
Hanya satu hipotesis yang diajukan,
bergantung pada teori dan pengamatan awal
objek. Hipotesis alternatifnya adalah:
a) Semangat kerja karyawan di PT X ≠ 75%
b) Semangat kerja karyawan di PT X < 75% c) Semangat kerja karyawan di PT X > 75%
Hipotesis statistik:
a) Ho: = 75%, Ha: ≠ 75%
b) Ho: ≥ 75%, Ha: < 75% c) Ho: ≤ 75%, Ha: > 75%
2) Hipotesis komparatif adalah jawaban
sementara terhadap rumusan masalah
komparatif, di mana variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya berbeda, atau
kondisi tersebut terjadi pada waktu yang
berbeda.
Contoh:
1) Rumusan masalah komparatif:
bagaimana produktivitas kerja karyawan
PT X dibandingkan dengan PT Y?
2) Hipotesis komperatif: berdasarkan
rumusan masalah ini, tiga model
hipotesis nol dan alternatif dapat
diajukan:
Hipotesis nol:
a) Ho: tidak ada perbedaan produktivitas
kerja antara karyawan di PT X dan PT Y;
atau produktivitas kerja antara karyawan
PT X dan PT Y adalah sama
b) Ho: produktivitas karyawan PT X lebih
besar atau sama dengan PT Y (“lebih
besar atau sama dengan” berarti paling
sedikit)
c) Ho: produktivitas karyawan PT X lebih
kecil atau sama dengan PT Y (“lebih kecil
atau sama dengan” berarti paling besar)
3) Hipotesis alternatif:
a) Ha: produktivitas kerja karyawan PT X
lebih besar atau lebih kecil dari karyawan
PT Y
b) Ha: produktivitas karyawan PT X lebih
kecil dari PT Y
c) Ha: produktivitas karyawan PT X lebih
besar dari PT Y
4) Hipotesis asosiatif
Hipotesis asosiatif adalah jawaban
sementara terhadap rumusan masalah
asosiatif yang menanyakan hubungan antara
dua variabel atau lebih
Contoh:
a) Rumusan masalah asosiatif:
Apakah ada hubungan yang signifikan
antara tinggi badan pelayan toko dan
jumlah barang yang terjual?
- Hipotesis penelitian: terdapat
hubungan positif dan signifikan
antara tinggi badan pelayan toko dan
jumlah barang yang terjual - Hipotesis statistik:
Ho: = 0, berarti tidak ada hubungan
Ho: ≠ 0, “tidak sama dengan nol”
berarti hubungan, baik positif maupun
negatif, menunjukkan nilai korelasi
yang dihipotesiskan.
BAB II
Kajian Pustaka
Kajian pustaka adalah bagian dari penelitian yang berfungsi untuk meninjau dan menganalisis literatur yang sudah ada terkait dengan topik yang sedang diteliti. Secara keseluruhan, kajian pustaka membantu peneliti untuk memahami konteks dan dasar teoritis dari penelitian mereka serta membangun argumen yang kuat untuk pentingnya penelitian tersebut. Kajian pustaka mencakup penelitian relevan, kajian teori dan kerangka berpikir.
A. Penelitian Relevan
Saudara mahasiswa, pernahkah Saudara mahasiswa membuat penelitian, namun tema, topik dan judul penelitian Saudara mahasiswa tidak ada yang relevan dengan penelitian sebelumnya? Pasti Saudara mahasiswa akan kesusahan dalam mengembangkan penelitian Saudara mahasiswa, bukan?
Nahh, inilah tujuan penelitian yang sedang atau akan Saudara mahasiswa buat harus ada keterkaitan antara tema, topik dan judul penelitian sebelumnya. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Payadnya dkk. (2022) yang mengatakan bahwa penelitian yang relevan merupakan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dan dianggap memiliki keterkaitan dengan tema, topik, serta judul yang akan diteliti.
SSetelah Saudara mahasiswa mengetahui definisi dari penelitian yang relevan di atas, selanjutnya Saudara mahasiswa akan diarahkan untuk belajar bagaimana membuat penelitian yang relevan.
Mari, simak langkah-langkah dalam membuat penelitian yang relevan di bawah ini!
Langkah-langkah dalam membuat penelitian yang relevan adalah:
- Menemukan judul yang tepat
a. Pilih judul yang sesuai dengan minat Saudara mahasiswa
b. Jika mengalami kesulitan, cari jurnal atau penelitian sebelumnya untuk mendapatkan inspirasi - Menyusun abstrak
a. Tulis abstrak yang ringkas dan mencerminkan penelitian yang akan dikembangkan
b. Pastikan abstrak mencakup unsur latar belakang masalah Saudara mahasiswa, teori, rumusan masalah, metode penelitian, dan kesimpulan - Menyusun studi pendahuluan
a. Tulis studi pendahuluan yang akan digunakan dalam penelitian
b. Studi pendahuluan ini bisa berupa penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan - Membandingkan dengan penelitian sebelumnya
a. Bandingkan penelitian Saudara mahasiswa dengan penelitian sebelumnya
b. Pastikan topik atau masalah yang dibahas tidak sama dan penelitian yang akan dilakukan mengangkat masalah serta solusi baru
Ayo secara mandiri buatlah contoh penelitian relevan, dengan judul penelitian “Evaluasi Program AntiPerundungan dan Antipelecehan Seksual untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi: Studi Kasus di Universitas XYZ”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, perhatikan contoh penulisan penelitian relevan di bawah ini!
Ayo Memahami!
Judul: “Evaluasi Program AntiPerundungan dan Antipelecehan Seksual untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi: Studi Kasus di Universitas XYZ”
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program antiperundungan dan antipelecehan seksual dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program antiperundungan dan antipelecehan seksual memiliki dampak positif signifikan terhadap kesejahteraan mahasiswa disabilitas. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya implementasi program antiperundungan dan antipelecehan seksual yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan aman bagi mahasiswa disabilitas.
Studi pendahuluan: Studi pendahuluan dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan dan pelecehan seksual yang dialami oleh mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi, mengevaluasi kebijakan dan program antiperundungan dan antipelecehan seksual yang telah ada, serta memahami persepsi mahasiswa disabilitas terhadap lingkungan kampus. Studi pendahuluan juga bertujuan untuk menentukan kebutuhan akan program antiperundungan dan antipelecehan seksual yang lebih efektif dan relevan.
Perbandingan dengan penelitian sebelumnya:
- Penelitian sebelumnya oleh Johnson et al. (2017) menunjukkan bahwa program antiperundungan dan antipelecehan seksual yang melibatkan pelatihan kesadaran dan advokasi dapat mengurangi kasus perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
- Studi oleh Smith (2018) menyoroti pentingnya dukungan sosial dalam mengurangi perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas di lingkungan pendidikan tinggi.
- Penelitian oleh Brown et al. (2019) menemukan bahwa kebijakan antiperundungan dan antipelecehan seksual yang jelas dan sanksi yang tegas dapat menjadi faktor penting dalam pencegahan perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
B. Kajian Teori
Apakah Saudara mahasiswa pernah mendengar istilah kajian teori? Ya, pasti sudah tidak asing lagi untuk Saudara mahasiswa tentang kajian teori. Namun, apakah Saudara mahasiswa pernah menelusuri secara mendalam bagaimana menulis kajian teori itu?
Nah, sebelum kita membahas tentang penulisan kajian teori, terlebih dahulu kita akan memaparkan secara sederhana pengertian dari kajian teori itu sendiri.
Menurut Tahir dkk. (2023) kajian teori adalah kumpulan definisi, konsep, dan perspektif tentang suatu topik yang disusun secara sistematis. Kajian teori merupakan elemen penting dalam penelitian, karena berfungsi sebagai dasar atau pondasi dari penelitian tersebut. Kualitas kajian teori yang baik akan menentukan kualitas keseluruhan dari penelitian yang dilakukan. Selain itu, Wagiran (2013) mengemukakan tentang kajian teori yang dipilih harus sesuai dengan ruang lingkup masalah yang akan diteliti. Misalnya, jika peneliti ingin mengkaji keberhasilan belajar siswa, maka teori yang dicari harus berkaitan dengan keberhasilan belajar, seperti teori tentang prestasi, kemampuan, kompetensi, dan aspek lain yang berhubungan dengan keberhasilan belajar. Selain itu, kajian teori juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penelitian sebelumnya telah dilakukan terkait dengan masalah yang akan diteliti, guna memastikan bahwa penelitian yang dilakukan tidak sekadar mengulang penelitian yang sudah ada. Setelah Saudara mahasiswa mengetahui pengertian kajian teori di atas, Saudara mahasiswa akan diarahkan untuk belajar bagaimana menulis kajian teori yang relevan.
Berikut langkah-langkah dalam menulis kajian teori yang relevan dan sistematis:
- Identifikasi Topik dan Tujuan Penelitian
● Tentukan topik penelitian Saudara mahasiswa dengan jelas dan pahami tujuan serta masalah yang ingin diselesaikan. - Penelusuran Literatur
● Gunakan Sumber Kredibel: Cari jurnal, buku, artikel, dan sumber lain yang memiliki reputasi baik.
● Database Akademik: Manfaatkan database seperti Google Scholar, google book, dsb. - Pilih Teori yang Relevan
● Teori Utama: Pilih teori-teori yang sesuai dengan topik penelitian Saudara mahasiswa.
● Pertimbangkan Karya Terkemuka: Fokus pada karya-karya yang sering dikutip dan diakui luas dalam bidang Saudara mahasiswa. - Kaji Literatur Terkait
● Ringkasan dan Analisis: Ringkas penelitian terdahulu yang relevan, jelaskan metodologi, hasil, dan
kesimpulan mereka.
● Kritik dan Diskusikan: Bahas kekuatan dan kelemahan penelitian sebelumnya, serta identifikasi
kesenjangan penelitian yang ada. - Bangun Kerangka Teoritis
● Hubungkan dengan Penelitian Saudara Mahasiswa: Tunjukkan bagaimana teori-teori tersebut mendukung atau berhubungan dengan penelitian Saudara mahasiswa.
● Jelaskan Variabel dan Konsep: Definisikan variabel dan konsep kunci yang akan digunakan dalam
penelitian. - Susun Teks dengan Sistematis
● Pendahuluan: Jelaskan pentingnya kajian teori dan bagaimana mendukung penelitian Saudara
mahasiswa.
● Organisasi yang Jelas: Susun kajian teori secara logis, misalnya dari teori umum ke yang lebih spesifik.
● Integrasi dengan Penelitian: Hubungkan teori dengan masalah penelitian dan hipotesis Saudara
mahasiswa. - Tulis dengan Jelas dan Logis
● Bahasa yang Jelas: Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari jargon yang tidak perlu.
● Penggunaan Kutipan: Gunakan kutipan dari sumber yang relevan untuk mendukung argumen Saudara mahasiswa. - Evaluasi dan Revisi
● Tinjau Ulang: Periksa kesesuaian teori dengan penelitian Saudara mahasiswa, pastikan tidak ada redudansi dan relevansi yang kuat.
● Dapatkan Umpan Balik: Mintalah masukan dari rekan atau pembimbing untuk meningkatkan kualitas kajian teori Saudara mahasiswa.
C. Kerangka Berpikir
Pernahkah Saudara mahasiswa mendengar istilah kerangka berpikir? Tentu saja pernah, bukan? Pada saat Saudara membuat proposal penelitian istilah tersebut kerap kali muncul. Apa sih kerangka berpikir itu sebenarnya?
Kerangka berpikir adalah deskripsi tentang keterkaitan antara konsep-konsep yang akan dievaluasi dalam suatu penelitian. Ini meliputi teori-teori yang menjadi dasar penelitian, hubungan antar variabel, serta cara variabel-variabel tersebut berinteraksi satu sama lain (Sugiyono, 2017). Secara spesifik, kerangka berpikir mencakup:
- Landasan teori: teori atau konsep yang mendasari penelitian
- Hubungan antar variabel: penjelasan mengenai keterkaitan antar variabel dalam penelitian.
- Interaksi variabel: penjelasan tentang bagaimana variabel-variabel tersebut saling mempengaruhi dalam konteks penelitian.
Setelah Saudara mahasiswa mengenal tentang definisi kerangka berpikir. Saudara mahasiswa akan diarahkan untuk belajar tentang penyusunan kerangka berpikir. Berikut langkah-langkah yang dapat Saudara mahasiswa ikuti:
- Identifikasi Masalah Penelitian
● Jelaskan masalah yang akan Saudara mahasiswa teliti secara jelas dan spesifik.
● Sebutkan tujuan dari penelitian Saudara mahasiswa. - Literatur Terkait
● Tinjau literatur yang relevan untuk memahami teori-teori dan penelitian sebelumnya terkait dengan masalah penelitian Saudara mahasiswa.
● Identifikasi konsep-konsep kunci yang akan digunakan dalam penelitian. - Pilih Teori yang Relevan
● Pilih satu atau lebih teori yang relevan untuk mendukung penelitian Saudara mahasiswa.
● Jelaskan bagaimana teori-teori ini terkait dengan masalah penelitian. - Identifikasi Variabel Penelitian
● Tentukan variabel-variabel yang akan Saudara mahasiswa teliti, termasuk variabel independen, dependen, dan variabel kontrol jika ada.
● Definisikan setiap variabel secara operasional, yaitu bagaimana variabel tersebut diukur atau diidentifikasi. - Hubungan Antar Variabel
● Jelaskan bagaimana variabel-variabel tersebut saling berhubungan. Misalnya, bagaimana variabel
independen mempengaruhi variabel dependen.
● Buat hipotesis yang jelas berdasarkan hubungan antar variabel tersebut. - Deskripsi Kerangka Berpikir
● Deskripsikan secara rinci kerangka berpikir saudara mahasiswa dalam teks. Jelaskan bagaimana variabel-variabel tersebut saling berhubungan dan bagaimana teori yang dipilih mendukung hubungan tersebut.
● Sertakan referensi ke literatur yang mendukung hubungan tersebut.
Ayo secara mandiri buatlah contoh kerangka berpikir dengan judul penelitian “Membangun Lingkungan Inklusif: Studi tentang Program Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, perhatikan contoh penulisan kerangka berpikir di bawah ini!
Ayo Memahami!
1. Judul Penelitian:
“Membangun Lingkungan Inklusif: Studi tentang Program Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi”
2. Identifikasi Masalah:
Mahasiswa disabilitas sering mengalami perundungan dan pelecehan seksual di perguruan tinggi, yang berdampak negatif pada kesejahteraan dan prestasi akademik mereka. Program perlindungan dari antiperundungan dan antipelecehan seksual yang efektif sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif bagi mahasiswa disabilitas.
3. Literatur Terkait:
● Studi mengenai bentuk-bentuk perundungan dan pelecehan seksual yang dialami mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi.
● Penelitian tentang kebijakan antiperundungan dan antipelecehan seksual serta program dukungan sosial bagi mahasiswa disabilitas.
● Artikel yang membahas dampak perundungan dan pelecehan seksual terhadap kesejahteraan mahasiswa disabilitas.
4. Teori yang Relevan:
- Teori Stigma: Menjelaskan bagaimana stigma terhadap disabilitas dapat memicu perundungan dan pelecehan seksual yang merugikan kesejahteraan mahasiswa disabilitas.
- Teori Dukungan Sosial: Mengemukakan bahwa dukungan sosial bisa menjadi faktor pelindung terhadap perundungan dan pelecehan seksual dan meningkatkan kesejahteraan mahasiswa disabilitas.
4. Variabel Penelitian
- Variabel Independen: Program Antiperundungan dan antipelecehan seksual
- Variabel Dependen: Kesejahteraan Mahasiswa Disabilitas.
5. Hubungan Antar Variabel
Program Antiperundungan dan antipelecehan seksual (variabel independen) memiliki hubungan positif dengan kesejahteraan mahasiswa disabilitas (variabel dependen), di mana implementasi program antiperundungan dan antipelecehan seksual yang efektif dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa disabilitas.
6. Deskripsi Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir ini menunjukkan hubungan antara program antiperundungan dan antipelecehan seksual yang diterapkan di perguruan tinggi dengan kesejahteraan mahasiswa disabilitas. Program antiperundungan dan antipelecehan seksual diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa disabilitas dengan menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program antiperundungan dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi.
BAB III
Metodologi
A. Jenis atau Pendekatan Penelitian
Sebelumnya Saudara mahasiswa apakah sudah ada yang tahu, apa saja jenis-jenis penelitian? Jika Saudara mahasiswa telah mengenal istilah kualitatif dan kuantitatif, maka Saudara mahasiswa telah mengenal sekilas tentang jenis-jenis penelitian.
Menurut Ramdhan (2021) jenis-jenis penelitian dibagi menjadi beberapa macam. Di bawah ini terdapat jenis-jenis penelitian yang dapat dipilih:
- Penelitian kuantitatif adalah penelitian terstruktur mengenai suatu fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan statistik, matematika, atau komputasi. Metode ini umum digunakan dalam ilmu alam dan fisika. Jenis-jenis penelitian kuantitatif meliputi:
a. Penelitian survei adalah jenis penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan fakta atau data yang ada di lapangan. Tujuannya untuk memperoleh informasi yang akurat dan faktual.
b. Penelitian eksperimen adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menguji dampak suatu perlakuan tertentu terhadap kelompok tertentu, dibandingkan dengan kelompok lain yang menerima perlakuan yang berbeda.
- Penelitian kualitatif adalah Jenis penelitian yang menekankan pada deskripsi dan analisis mendalam. Peneliti terlibat langsung dalam situasi yang diteliti untuk memahami proses dan makna yang terkandung di dalamnya. Teori digunakan sebagai panduan untuk menjaga fokus penelitian sesuai dengan realitas lapangan. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, data dalam penelitian kualitatif biasanya diperoleh melalui wawancara dan observasi. Jenis-jenis penelitian kualitatif meliputi:
a. Fenomenologi adalah penelitian dimana peneliti menggunakan observasi partisipan untuk mengungkapkan esensi fenomena yang dialami oleh partisipan dalam kehidupan mereka.
b. Penelitian grounded theory melibatkan pengamatan atau analisis induktif untuk mengembangkan teori abstrak tentang proses, tindakan, atau interaksi berdasarkan perspektif partisipan yang diteliti.
c. Penelitian etnografi merupakan jenis penelitian kualitatif di mana peneliti mempelajari budaya kelompok dalam konteks alamiah melalui observasi langsung dan wawancara.
d. Penelitian studi kasus melibatkan analisis mendalam untuk memahami penyebab suatu fenomena atau kejadian tertentu, yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan atau pengujian hipotesis.
e. Penelitian narrative research adalah studi yang menggambarkan perjalanan hidup individu atau lebih dari waktu ke waktu, dikumpulkan melalui wawancara dan diatur menjadi laporan naratif kronologis.
- Penelitian deskriptif menggunakan metode untuk menguraikan hasil penelitian secara mendetail. Tujuannya adalah memberikan gambaran, penjelasan, dan validasi terhadap fenomena yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini, perumusan masalah harus relevan, memiliki nilai ilmiah, dan tidak terlalu luas. Tujuan penelitiannya juga harus terfokus dan menggunakan data yang bersifat fakta daripada opini. Beberapa jenis penelitian deskriptif antara lain:
a. Penelitian Tindakan adalah jenis penelitian yang dilakukan setelah penelitian sebelumnya, dan merupakan bentuk turunan dari penelitian terapan. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi keberhasilan, manfaat, kegunaan, sumbangan, serta kelayakan suatu program, produk, atau kegiatan tertentu dengan harapan bisa diperbaiki untuk hasil yang lebih baik.
b. Penelitian Kepustakaan dilakukan sepenuhnya di perpustakaan, dimulai dari awal hingga selesai. Penelitian ini memfokuskan pada pengulangan kaji ulang teori-teori yang ada.
c. Penelitian Komparatif bertujuan membandingkan dua atau lebih perlakuan dari satu variabel atau beberapa variabel sekaligus. Metode ini digunakan untuk memahami perbedaan antara situasi, peristiwa, kegiatan, atau program dengan mempertimbangkan semua elemen yang relevan. Hasil penelitian menyoroti bagaimana elemen yang mempengaruhi hasil bisa menjadi latar belakang dari kesimpulan penelitian.
B. Populasi dan Sampel
Saudara mahasiswa, apakah Saudara mahasiswa tahu populasi dan sampel adalah dua hal yang memiliki keterkaitan? Apakah Saudara mahasiswa memiliki minat untuk mempelajari secara mendalam dari masing-masing populasi dan sampel tersebut?
Mari, bersama-sama untuk mempelajari populasi dan sampel pada materi pembelajaran di bawah ini!
- Populasi
Menurut KBBI, populasi adalah seluruh jumlah orang atau penduduk di suatu daerah; jumlah orang atau pribadi yang mempunyai ciri-ciri yang sama; jumlah penghuni baik manusia maupun makhluk hidup lainnya pada suatu satuan ruang tertentu.
Dalam penelitian observasional, populasi umumnya terdiri dari individu-individu yang menjadi subjek penelitian atau karakteristiknya akan diteliti. Individu yang menjadi subjek penelitian disebut unit penelitian atau satuan pengamatan, dan jumlah individu yang menjadi subjek penelitian disebut ukuran populasi atau besar populasi (dilambangkan dengan N).
Peneliti harus menetapkan populasi penelitiannya dengan batasan yang jelas dan spesifik. Batasan dalam populasi biasanya dituliskan dalam bentuk kriteria inklusi dan eksklusi.
Kriteria inklusi dan eksklusi ini biasanya dibuat untuk populasi terbatas. Populasi terbatas adalah populasi yang memiliki sumber data dengan batasan yang jelas secara kuantitatif. Populasi terbatas memiliki banyak jenis. Adapun jenis-jenis populasi terbatas dapat dibedakan dalam beberapa macam di bawah ini:
- Populasi target
Populasi target adalah kelompok individu atau objek yang menjadi sasaran penelitian secara keseluruhan dan yang hasil penelitiannya diharapkan dapat digeneralisasikan. Populasi ini mencakup semua subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang menjadi fokus penelitian, tanpa memperhatikan keterbatasan geografis atau lainnya yang mungkin membatasi akses peneliti. - Populasi terjangkau
Populasi terjangkau adalah bagian dari populasi target yang dapat diakses secara praktis oleh peneliti untuk dijadikan sampel penelitian. Populasi ini terdiri dari individu atau objek yang berada dalam jangkauan geografis, waktu atau kriteria lain yang memungkinkan untuk berpartisipasi dalam penelitian. - Populasi case (kasus)
Populasi kasus adalah kelompok individu yang memiliki kondisi, penyakit, atau karakteristik tertentu yang menjadi fokus penelitian. - Populasi kontrol
Populasi kontrol adalah kelompok individu yang tidak memiliki kondisi, penyakit atau karakteristik tertentu yang sedang menjadi fokus penelitian. Populasi kontrol digunakan sebagai pembanding untuk populasi kasus guna membantu menilai efek atau hubungan yang sedang diteliti.
Ayo secara mandiri buatlah contoh populasi tidak terbatas dan terbatas, populasi target dan terjangkau, populasi kasus dan kontrol dengan penelitian yang ada kaitannya dengan kasus antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, perhatikan contoh populasi di bawah ini!
Ayo Memahami!
Perhatikan contoh populasi tidak terbatas di bawah ini!
“Mengukur Efektivitas Program Pelatihan Kesadaran Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas di Seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia” Pada contoh di atas, peneliti tidak memiliki batasan untuk penelitiannya, peneliti menetapkan unit populasi adalah seluruh mahasiswa disabilitas di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Ayo Memahami!
Perhatikan contoh populasi terbatas di bawah ini!
“Evaluasi Program Mentorship Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas di Fakultas Teknik Universitas Sakti”
Pada contoh di atas, peneliti menetapkan batasan untuk penelitiannya, hanya mahasiswa disablitas yang terdaftar di fakultas teknik Universitas Sakti saja yang menjadi unit populasi.
Ayo Memahami!
Perhatikan contoh populasi target dan terjangkau di bawah ini! “Kasus mengenai Antiperundungan dan Antilecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”
● Populasi target => Mahasiswa Disabilitas: Populasi utama yang menjadi target penelitian adalah mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi. Mereka merupakan kelompok yang rentan terhadap perundungan dan pelecehan seksual karena kondisi disabilitas mereka.
● Populasi terjangkau => Mahasiswa Non-Disabilitas: Melibatkan mahasiswa non-disabilitas sebagai bagian dari populasi terjangkau dapat membantu dalam memahami perspektif mereka terkait perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas. Mereka juga dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan aman. Staf Akademik dan Administratif: Melibatkan staf akademik dan administratif dalam populasi terjangkau dapat membantu dalam memahami kebijakan, prosedur, dan upaya perlindungan yang telah ada di perguruan tinggi terkait dengan isu ini.
Ayo Memahami!
Perhatikan contoh populasi kasus dan kontrol di bawah ini!
● Populasi Kasus:
Mahasiswa Disabilitas yang Mengalami Perundungan atau Pelecehan Seksual: Populasi kasus terdiri dari mahasiswa disabilitas yang telah mengalami perundungan atau pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Mereka menjadi fokus utama penelitian untuk memahami pengalaman, dampak, dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya perundungan dan pelecehan seksual.
● Populasi Kontrol:
Mahasiswa Disabilitas yang Tidak Mengalami Perundungan atau Pelecehan Seksual: Populasi kontrol terdiri dari mahasiswa disabilitas yang tidak mengalami perundungan atau pelecehan seksual. Mereka digunakan sebagai pembanding untuk membandingkan perbedaan dalam pengalaman, tingkat kecemasan, dan strategi coping antara kelompok yang mengalami dan tidak mengalami perundungan atau pelecehan seksual.
Mahasiswa Non-Disabilitas: Sebagai kelompok kontrol tambahan, mahasiswa non-disabilitas juga dapat dimasukkan dalam populasi kontrol untuk membandingkan perbedaan dalam persepsi, pengetahuan, dan sikap terhadap perundungan dan pelecehan seksual antara mahasiswa disabilitas dan non-disabilitas.
- Sampel
Setelah Saudara mahasiswa mempelajari populasi di atas, apakah Saudara mahasiswa juga sedang bertanya-tanya, apa sih hubungan populasi dengan sampel? apakah memang sampel itu merupakan bagian dari populasi?
Menurut Roflin dkk. (2021) sampel adalah bagian dari populasi. Pernyataan ini memiliki dua arti: (1) setiap unit dalam populasi harus memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari sampel, dan (2) sampel dianggap sebagai representasi dari populasi atau sebagai versi kecil dari populasi tersebut. Dengan demikian, ukuran sampel harus cukup besar untuk mewakili populasinya dengan akurat. Menurut Sulung & Yasril (2023) untuk menentukan penarikan sampel yang lebih efisien dan mengeluarkan biaya sekecil mungkin, ada beberapa alasan yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu:
- Objek penelitian yang homogen
Dalam menghadapi objek penelitian yang seragam atau homogen, sensus tidak diperlukan. Pengambilan sampel saja sudah cukup untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. - Objek penelitian yang mudah rusak
Untuk objek penelitian yang mudah rusak, mengambil keseluruhan objek akan menyebabkan kerusakan. Contohnya, dalam penelitian kadar trombosit dalam darah, tidak mungkin mengambil seluruh darah untuk dianalisis. - Penghematan biaya dan waktu
Biaya yang diperlukan untuk melakukan sensus jauh lebih besar dibandingkan dengan pengambilan sampel, sehingga sensus seringkali menyebabkan pemborosan. Sebaliknya, pengambilan sampel lebih efisien. Hal ini karena dalam sensus, objek yang diteliti jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengambilan sampel, begitu juga dengan waktu yang dibutuhkan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan sensus lebih lama dibandingkan dengan pengambilan sampel. - Masalah ketelitian
Dalam sensus, jumlah objek yang diteliti lebih banyak dibandingkan dengan pengambilan sampel, sehingga keakuratan hasil penelitian juga lebih rendah dibandingkan dengan pengambilan sampel. Pengalaman menunjukkan bahwa semakin banyak objek yang diteliti, semakin rendah ketelitiannya.
Jadi, dari sini Saudara mahasiswa sudah paham bukan tentang hubungan antara populasi dan sampel. Intinya sampel merupakan unit terkecil dari populasi.
Ayo secara mandiri buatlah contoh sampel dengan judul penelitian “Kasus Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, perhatikan contoh penulisan sampel di bawah ini!
Ayo Memahami!
Perhatikan contoh studi kasus dalam pengambilan sampel di bawah ini! “Penelitian Kasus Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”
– Populasi: Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa disabilitas yang terdaftar di suatu institusi pendidikan tinggi. Populasi ini meliputi semua mahasiswa disabilitas yang mengalami berbagai bentuk antiperundungan dan antipelecehan Seksual di lingkungan pendidikan tinggi.
– Sampel: Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian kecil dari populasi yang mewakili beragam pengalaman antiperundungan dan antipelecehan seksual mahasiswa disabilitas.
C. Metode Pengumpulan Data dan Sumber Data
Pernahkah Saudara mahasiswa melakukan wawancara, entah terhadap dosen, tokoh-tokoh masyarakat atau kepada guru? Apakah Saudara mahasiswa tahu, bahwa wawancara juga termasuk ke dalam metode pengumpulan data? Lalu bagaimana menentukan sumber datanya?
Nahh, untuk lebih memahami tentang metode pengumpulan data dan sumber data. Mari, bersama-sama mempelajari materi pembelajaran kali ini.
1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dan sumber data merupakan elemen krusial dalam penelitian. Metode pengumpulan data mengacu pada teknik atau pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan informasi, sedangkan sumber data mengidentifikasi asal atau lokasi data yang dikumpulkan. Berikut adalah penjelasan mengenai metode pengumpulan data dan contoh penggunaannya:
1. Survei
- Penjelasan: Pengumpulan data menggunakan kuesioner atau wawancara terstruktur dengan responden.
- Contoh: Mengirimkan survey online kepada pelanggan untuk mengevaluasi kepuasan mereka terhadap layanan baru.
2. Wawancara
- Penjelasan: Pengumpulan data melalui interaksi langsung antara peneliti dan responden.
- Contoh: Melakukan wawancara mendalam dengan manajer untuk memahami tantangan dalam penerapan kebijakan perusahaan.
3. Observasi
- Penjelasan: Pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap perilaku dalam situasi alamiah.
- Contoh: Mengamati perilaku konsumen di pusat perbelanjaan untuk mengidentifikasi pola pembelian.
4. Dokumentasi
- Penjelasan: Pengumpulan data dari dokumen tertulis atau rekaman yang sudah ada.
- Contoh: Menganalisis laporan keuangan perusahaan untuk memahami kinerja finansial mereka.
5. Eksperimen
- Penjelasan: Pengumpulan data dengan melakukan percobaan yang terkontrol untuk menguji hipotesis.
- Contoh: Menguji efektivitas strategi pemasaran dengan kelompok uji coba.
6. Focus Group Discussion (FGD)
- Penjelasan: Pengumpulan data melalui diskusi kelompok terstruktur dengan peserta yang dipandu moderator.
- Contoh: Mengadakan FGD untuk mendapatkan umpan balik tentang produk baru dari sekelompok konsumen potensial.
2. Sumber Data
Sumber data dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
1. Sumber Data Primer
- Penjelasan: Data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber aslinya.
- Contoh: Data dari kuesioner yang diisi oleh responden atau hasil wawancara langsung.
2. Sumber Data Sekunder
- Penjelasan: Data yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan oleh pihak lain.
- Contoh: Data dari laporan tahunan perusahaan, statistik pemerintah, atau hasil survei sebelumnya.
Ayo secara mandiri buatlah contoh metode pengumpulan data dan sumber data dengan judul penelitian “Studi Kasus Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap Mahasiswa Disabilitas”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, perhatikan contoh metode pengumpulan data dan sumber data di bawah ini!
Ayo Memahami!
Perhatikan metode pengumpulan data dan sumber data serta contoh studi kasusnya di bawah ini!
● Sumber data primer
– Contoh: studi kasus antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas
– Observasi: mengamati langsung situasi di kampus atau tempat pendidikan untuk mengidentifikasi kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami oleh mahasiswa disabilitas.
– Fokus kelompok: mengumpulkan sejumlah mahasiswa disabilitas dalam diskusi terfokus mengenai pengalaman perundungan dan pelecehan seksual yang mereka alami.
● Sumber data sekunder
– Studi literatur: melibatkan analisis terhadap literatur, jurnal ilmiah, buku, dan publikasi lainnya yang membahasa perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
– Database online: memanfaatkan database online yang menyediakan informasi terkait kasus perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
D. Teknik Pengumpulan Data
Tahukah Saudara mahasiswa teknik pengumpulan data itu seperti apa? Apakah teknik pengumpulan data sama dengan metode pengumpulan data?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, Saudara mahasiswa perlu mempelajari materi berikut ini tentang teknik pengumpulan data:
Teknik pengumpulan data tidaklah sama dengan metode pengumpulan data meskipun keduanya berkaitan erat dalam konteks penelitian. Secara umum teknik pengumpulan data merupakan bagian dari metode pengumpulan data. Teknik pengumpulan data mencakup langkah-langkah praktis dan detail tentang bagaimana data seharusnya dikumpulkan secara efektif dan efisien.
Secara umum, menurut Budiarto & Anggraeni (2003) teknik pengumpulan data terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:
- Wawancara
Wawancara adalah proses di mana pewawancara secara langsung berinteraksi dan berkomunikasi dengan responden. - Angket
Angket adalah metode pengumpulan data di mana responden mengisi jawaban sesuai dengan daftar pertanyaan yang mereka terima, sedangkan pada wawancara, jawaban responden direkam oleh pewawancara. Untuk mengembalikan angket yang telah diisi, ada dua opsi yang tersedia:
● Canvasser, di mana angket yang telah diisi dikumpulkan oleh petugas yang mengirimkannya
● Householder, di mana jawaban responden dikirimkan kembali ke alamat yang telah ditentukan - Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan indra mata.
Manfaat teknik observasi
● Mengurangi jumlah pertanyaan dengan cara pewawancara melakukan pengamatan langsung
● Memvalidasi kebenaran jawaban dalam wawancara
● Mengumpulkan data yang tidak dapat diperoleh melalui wawancara atau angket - Pemeriksaan
Pemeriksaan merupakan teknik pengumpulan data dengan mengacu pada metode di mana data dikumpulkan dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap objek, dokumen, atau situasi tertentu.
Ayo secara mandiri buatlah contoh teknik pengumpulan data dengan judul penelitian “Kasus Antiperundungan dan Antipelecehan Seksual terhadap mahasiswa disabilitas”!
Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas, perhatikan contoh teknik pengumpulan data di bawah ini!
Ayo Memahami!
Perhatikan teknik pengumpulan data di bawah ini!
Studi Kasus: Penelitian kasus antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas.
- Wawancara
Tujuan: Memperoleh pandangan langsung dari mahasiswa disabilitas yang mengalami perundungan dan pelecehan seksual, serta staf akademik dan pihak terkait.
Langkah-langkah: Menyusun pertanyaan terstruktur, melakukan dialog terbuka, mendengarkan dengan empati, dan mencatat hal-hal penting. - Angket
Tujuan: Mengumpulkan data kuantitatif tentang tingkat perundungan dan pelecehan seksual, persepsi terhadap lingkungan kampus, dan respons terhadap perundungan dan pelecehan seksual.
Langkah-langkah: Merancang angket yang jelas dan terfokus, menyebarkannya kepada mahasiswa disabilitas, dan menganalisis hasil dengan teliti. - Observasi
Tujuan: Mengidentifikasi kasus perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan kampus secara langsung.
Langkah-langkah: Mengamati interaksi sosial, perilaku, dan pola komunikasi mahasiswa disabilitas dengan lingkungan sekitar. - Pemeriksaan (Dokumentasi dan Database)
Tujuan: Mengumpulkan data sekunder seperti laporan kejadian, catatan disiplin, kebijakan kampus, dan data terkait lainnya.
Langkah-langkah: Mengakses dokumen resmi dan database yang relevan, menganalisis informasi, dan mencatat temuan penting.
E. Teknik Analisis Data
Tahukah Saudara mahasiswa apakah teknik analisis data itu? Seperti apa sih langkah-langkah dalam menentukan teknik analisis data tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, simaklah pembahasan materi tentang teknik analisis data di bawah ini:
Teknik analisis data adalah serangkaian metode dan prosedur yang digunakan untuk mengolah, menginterpretasikan, dan menyusun data yang telah dikumpulkan dalam sebuah penelitian. Adapun langkah-langkah dalam menentukan teknik analisis data yang tepat adalah sebagai berikut:
- Pahami Jenis Data:
– Identifikasi apakah data yang dikumpulkan bersifat kuantitatif, kualitatif, atau campuran (mixed methods).
– Pahami karakteristik data seperti skala pengukuran, distribusi, dan struktur data. - Tentukan Tujuan Penelitian:
– Jelaskan dengan jelas tujuan dari penelitian yang ingin dicapai.
– Identifikasi pertanyaan penelitian yang ingin dijawab melalui analisis data. - Ketahui Ketersediaan Sumber Daya:
– Pertimbangkan ketersediaan sumber daya seperti waktu, keahlian, dan perangkat lunak analisis data yang diperlukan. - Konsultasikan dengan Ahli:
– Diskusikan dengan ahli statistik atau penelitian untuk mendapatkan saran tentang teknik analisis data yang sesuai. - Pertimbangkan Konteks Penelitian:
– Perhatikan konteks penelitian dan bidang studi untuk memilih teknik analisis yang relevan dan sesuai. - Eksplorasi Berbagai Teknik:
– Kenali berbagai teknik analisis data yang tersedia dan pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. - Uji Teknik Analisis:
– Lakukan uji coba teknik analisis data pada sebagian kecil data untuk melihat apakah teknik tersebut sesuai dengan data yang dimiliki. - Pilih Teknik Analisis yang Sesuai:
– Pilih teknik analisis data yang paling sesuai dengan jenis data, tujuan penelitian, dan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. - Rencanakan Proses Analisis:
– Rencanakan langkah-langkah analisis data secara rinci termasuk tahapan pengolahan data, teknik analisis yang akan digunakan, dan interpretasi hasil.
F. Teknik Validasi Data
Saudara mahasiswa apakah ketika membuat tabel data, Saudara mahasiswa seringkali lupa apakah sudah memasukkan nama seorang pegawai atau belum, atau bahkan terpaksa mengetik hal yang sama berulang kali. Sebagai contoh, jika Saudara mahasiswa diminta untuk membuat daftar gaji, ini yang bisa menjadi masalah umum yang terjadi. Bagaimana cara mencegah duplikasi data saat memasukkan nama karyawan dan menghindari kesalahan pengetikan golongan? Teknik validasi data bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.
Dokumen penulis.
Teknik validasi data adalah serangkaian metode dan prosedur yang digunakan untuk memeriksa, menguji dan menilai keakuratan data yang digunakan dalam penelitian.
Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menentukan teknik validasi data adalah sebagai berikut:
- Identifikasi Tujuan Validasi Data:
– Tentukan tujuan dari proses validasi data, apakah untuk memastikan keakuratan, konsistensi, atau validitas data. - Pilih Metode Validasi yang Sesuai:
– Pilih metode validasi yang sesuai dengan jenis data dan tujuan validasi, seperti validasi manual, validasi otomatis, atau validasi lintas-referensi. - Tentukan Kriteria Validasi:
– Tetapkan kriteria atau standar yang digunakan untuk menilai keberhasilan validasi data, misalnya keakuratan data, kelengkapan, atau konsistensi. - Identifikasi Sumber Data:
– Tentukan sumber data yang akan divalidasi dan pastikan data tersebut dapat diakses dan diverifikasi. - Lakukan Pemeriksaan Awal:
– Lakukan pemeriksaan awal terhadap data untuk mengidentifikasi potensi masalah atau kesalahan yang perlu diverifikasi. - Terapkan Teknik Validasi:
– Gunakan teknik validasi yang sesuai seperti double entry, cross-validation, atau validasi dengan data referensi untuk memeriksa keakuratan data. - Analisis Hasil Validasi:
– Analisis hasil validasi untuk mengidentifikasi kesalahan atau inkonsistensi dalam data dan tentukan langkah perbaikan yang diperlukan. - Perbaiki Data yang Tidak Valid:
– Perbaiki data yang tidak valid atau tidak akurat berdasarkan temuan dari proses validasi. - Ulangi Proses Validasi:
– Ulangi proses validasi jika diperlukan untuk memastikan data telah divalidasi dengan benar dan memenuhi standar yang ditetapkan. - Dokumentasikan Proses Validasi:
– Dokumentasikan semua langkah-langkah yang dilakukan dalam proses validasi data, termasuk temuan, perbaikan, dan hasil akhir validasi.
A. Rangkuman
Setelah mempelajari materi tentang penyusunan proposal di atas, Saudara dapat membaca rangkuman berikut untuk mengulas kembali secara singkat mengenai materi yang telah Saudara pelajari.
Proposal merupakan bagian terpenting dalam penelitian karena proposal merupakan dokumen yang merangkum secara komprehensif tujuan, metode, dan rencana penelitian yang akan dilakukan. Dalam proposal, peneliti harus menjelaskan secara detail mengenai bab I (pendahuluan) yang berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kemudian di bab II harus memaparkan tentang penelitian relevan, kajian teori, dan kerangka berpikir, selanjutnya di bab III (metodologi) akan dijelaskan tentang jenis/pendekatan penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, teknik validasi data.
B. Latihan Soal
- Dalam sebuah penelitian mengenai antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas, rumusan masalah yang tepat adalah…
A. Bagaimana cara mengurangi perundungan di kampus terhadap mahasiswa disabilitas?
B. Apa saja bentuk perundungan dan pelecehan seksual yang paling sering terjadi pada mahasiswa disabilitas dan bagaimana strategi pencegahannya di lingkungan kampus?
C. Mengapa mahasiswa disabilitas sering mengalami perundungan di kampus?
D. Bagaimana peran dosen dalam mengatasi antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas?
- Apa manfaat teoritis dari proposal penelitian mengenai antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas?
A. Meningkatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan dan pelecehan seksual
B. Memperluas wawasan mengenai dampak psikologis dari perundungan dan pelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas
C. Mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif untuk melindungi mahasiswa disabilitas dari perundungan dan pelecehan seksual
D. Menilai efektivitas program pendidikan seksual bagi mahasiswa disabilitas dalam mencegah perundungan - Apa yang menjadi fungsi utama dari populasi kontrol dalam proposal penelitian mengenai antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas…
A. Sebagai kelompok perbandingan untuk
menilai efektivitas intervensi atau
program
B. Sebagai kelompok yang menjadi
sumber data primer dalam penelitian
C. Sebagai kelompok yang mewakili
seluruh populasi mahasiswa disabilitas
D. Sebagai kelompok yang tidak terlibat
dalam penelitian sama sekali - Sumber data primer yang paling tepat untuk penelitian tentang antiperundungan dan antipelecehan mahasiswa disabilitas adalah…
A. Buku-buku tentang perundungan
B. Artikel jurnal tentang disabilitas
C. Wawancara dengan mahasiswa disabilitas
D. Laporan statistik dari pemerintah - Apa keuntungan utama dari menggunakan wawancara mendalam dalam penelitian kualitatif tentang antiperundungan dan antipelecehan mahasiswa disabilitas?
A. Mengumpulkan data dari sejumlah besar responden
B. Mendapatkan data yang sangat terstruktur
C. Memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap perasaan dan pengalaman individu
D. Memfasilitasi analisis statistik yang kompleks
C. Jawaban dan Pembahasan Soal
Cocokkanlah jawaban Saudara pada soal di atas dengan pembahasan soal berikut!
- Jawaban yang tepat adalah B. Apa saja bentuk perundungan dan pelecehan seksual yang paling sering terjadi pada mahasiswa disabilitas dan bagaimana strategi pencegahannya di lingkungan kampus?
Pembahasan: pilihan B mengarahkan fokus pada identifikasi masalah yang spesifik yang dihadapi oleh mahasiswa disabilitas serta solusi pencegahannya yang relevan dengan tujuan penelitian tentang antiperundungan dan antipelecehan seksual. - Jawaban yang tepat adalah C. Mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif untuk melindungi mahasiswa disabilitas dari perundungan dan pelecehan seksual.
Pembahasan: manfaat teoritis dari proposal penelitian ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif. Dengan mengetahui strategi yang tepat, dapat dilakukan langkah-langkah konkret untuk melindungi mahasiswa disabilitas dari perundungan dan pelecehan seksual - Jawaban yang tepat adalah A. Sebagai kelompok perbandingan untuk menilai efektivitas intervensi atau program.
Pembahasan: populasi kontrol digunakan sebagai kelompok perbandingan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi atau program perlindungan yang diterapkan pada populasi mahasiswa disabilitas yang menjadi fokus penelitian. - Jawaban C. Wawancara dengan mahasiswa disabilitas.
Pembahasan: sumber data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari subjek penelitian. Dalam konteks ini, wawancara dengan mahasiswa disabilitas memberikan data langsung dari pengalaman mereka sendiri. - Jawaban C. Memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap perasaan dan pengalaman individu.
Pembahasan: keuntungan utama wawancara mendalam adalah kemampuan untuk mengeksplorasikan perasaan, pengalaman, dan perspektif individu secara mendalam, yang penting untuk penelitian kuantitatif tentang isu-isu sensitif seperti perundungan dan pelecehan terhadap mahasiswa disabilitas
D. Evaluasi
Sebelum mengerjakan soal evaluasi, perhatikan indikator berikut sebagai acuan dalam menjawab soal.
- Mahasiswa diharapkan mampu membuat kerangka latar belakang dengan kata kunci yang telah ditentukan.
- Mahasiswa diharapkan mampu membuat rumusan masalah dengan judul penelitian yang telah ditentukan.
- Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan secara rinci pentingnya memiliki kerangka berpikir yang kokoh dan mahasiswa diharapkan mampu menggambarkan bagaimana kerangka berpikir akan membantu dalam merumuskan tujuan penelitian, mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan merancang intervensi yang efektif sesuai dengan judul penelitian yang telah ditentukan.
- Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui perbedaan antara populasi dan sampel serta memberikan contoh bagaimana memilih sampel yang sesuai dengan populasi mahasiswa disabilitas.
- Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan kelebihan dan kelemahan survei online sebagai metode pengumpulan data dan mahasiswa diharapkan mampu mengatasi kelemahan yang ada.
Setelah memahami indikator soal, ayo kerjakan soal berikut!
- Buatlah kerangka latar belakang dengan kata kunci berikut ini!
a. Lingkungan akademik
b. Kebijakan antiperundungan
c. Persepsi mahasiswa - Buatlah rumusan masalah dengan judul penelitian “Implementasi Kebijakan Perlindungan Mahasiswa Disabilitas dari Perundungan dan Pelecehan Seksual di Universitas Adiyatna”!
- Jelaskan secara rinci tentang pentingnya memiliki kerangka berpikir yang kokoh dalam proposal penelitian tentang antiperundungan dan antipelecehan seksual terhadap mahasiswa disabilitas. Gambarkan bagaimana kerangka berpikir ini akan membantu dalam merumuskan tujuan penelitian, mengidentifikasi faktor-faktor risiko, dan merancang intervensi yang efektif untuk melindungi mahasiswa disabilitas dari perundungan dan pelecehan seksual!
- Apa perbedaan antara populasi dan sampel dalam penelitian antiperundungan dan antipelecehan mahasiswa disabilitas? Berikan contoh bagaimana Saudara mahasiswa akan memilih sampel dari populasi mahasiswa disabilitas untuk penelitian ini!
- Jelaskan potensi kelebihan dan kelemahan dari menggunakan survei online sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian antiperundungan dan antipelecehan mahasiswa disabilitas! Bagaimana Saudara mahasiswa akan mengatasi kelemahan tersebut?
E. Glosarium
Antiperundungan: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah atau mengatasi perilaku perundungan atau bullying
Antipelecehan seksual: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah atau mengatasi pelecehan seksual
Disabilitas: Kondisi fisik atau mental yang menghambat seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.
FGD: Focus Group Discussiun, metode pengumpulan data kualitatif dengan cara berdiskusi dalam kelompok kecil yang dipandu oleh moderator.
Hipotesis: Dugaan sementara yang diajukan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat diuji kebenarannya melalui penelitian
Kualitatif: Metode penelitian yang menggunakan data deskriptif atau non-numerik untuk memahami fenomena tertentu.
Kuantitatif: Metode penelitian yang menggunakan data numerik atau angka untuk menganalisis fenomena tertentu
Landasan teori: Teori atau konsep yang digunakan sebagai dasar atau kerangka berpikir dalam suatu penelitian
Latar belakang: Gambaran umum masalah
Manfaat praktis: Solusi aplikatif
Manfaat teoritis: Kontribusi terhadap teori
Piramida terbalik: Segitiga terbalik yang digunakan untuk membantu membuat latar belakang
Populasi: Seluruh individu atau objek yang menjadi sasaran penelitian
Relevan: Suatu pernyataan harus memiliki keterkaitan dan kepentingan langsung dengan topik yang sedang dibahas
Rumusan masalah: Pertanyaan utama penelitian
Sampel: Bagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi objek penelitian
Spesifik: Menyatakan secara jelas dan detail
Sumber data: Asal atau tempat dari mana data diperoleh
Teknik pengumpulan data: Metode atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian
Terukur: Suatu pernyataan harus dapat diukur atau dinilai keberhasilannya dengan kriteria atau indikator tertentu
Tujuan penulisan: Sasaran penelitian
Variabel: Elemen yang dapat berubah-ubah dalam sebuah penelitian
Teknik analisis data: Metode atau cara yang digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan
Teknik validasi data : Metode atau cara yang digunakan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan adalah valid dan reliabel.
F. Referensi
Amirullah, A. (2015). Metode & Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Malang: Media Nusa Creative.
Budiarto, E., & Anggraeni, D. (2003). Pengantar Epidemiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran